Jumat, 10 Oktober 2014

PENCEMARAN UDARA (ASAP) DIPROVINSI JAMBI & SEKITARNYA



PENCEMARAN UDARA (ASAP) DIPROVINSI  JAMBI & SEKITARNYA

Oleh  (DADANG DJOKO KARYANTO, SH,SIP,MH)
Kabut asap dan pencemaran udara dikota Jambi.  Salah satunya adalah sebagai dampak akibat dari pembakaran lahan & sampah warga pemukiman. Situasi udara kota Jambi dan seputarannya   terlihat kurang sehat bagi masyarakatnya sebagai akibat dari adanya kabut asap yang muncul terhitung mulai hari Kamis tanggal 25  September s.d 11 Oktober 2014 bahkan di ramalkan akan tetap berlanjut sampai akhir bulan Oktober 2014 bahkan kecenderungannya lebih dari itu.
Mengutip dari Informasi Detikcom (Detail Article)pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2014 pukul 10.20 wib dengan judul “Penumpang Lion Air Marah Karena Gagal Terbang”, dengan sekilas informasinya  “Bahwa ratusan penumpang Lion Air jurusan Jambi jumat (10/10)  malam ricuh. Kericuhan  ini terjadi karena penumpang gagal terbang, namun tak ada sosialisasi dari pihak maskapai ....dst”. Merujuk dari pemberitaan diatas sudah sangat jelas bahwa ternyata kondisi udara di Provinsi Jambi sudah sangat berbahaya  untuk segala kegiatan transportasi terutama  penerbangan.
Tinjauan sisi kadar kesehatan udara. Angka dan kategori ISPU ( indeks standar pencemaran udara ) , berdasarkan  kriteria  1-50 kategori Baik, 51 -100 kategori sedang, 101 – 199 kategori tidak sehat, 200 – 299 kategori sangat tidak sehat, 300 atau lebih kategori berbahaya. Berdasarkan informasi dari instansi  BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) Kota Jambi,  bahwa angka ISPU di Kota Jambi  per 10 Oktober 2014 adalah 242, artinya kondisi saat  ini udara  tercemar dan tidak sehat, oleh karena itu himbauannya kepada masyarakat Jambi dan kabupaten/ kota lainnya agar wajib menggunakan masker pada saat bepergian menggunakan sepeda motor, dan berada di alam lingkungan terbuka.  
Beberapa hal yang dapat dijadikan sumbang saran kepada pemerintah, antara lain adalah sebagai berikut:
1.    Agar diinstruksikan kepada masyarakat sekiranya wajib menggunakan masker apabila bepergian keluar dari tempat tinggal huniannya;
2.    Menyampaikan edaran himbauan kepada instansi terkait, SKPD, untuk mengurangi kegiatan diluaran terutama  di alam terbuka;
3.    Penekanan kepada pemerintahan tingkat kelurahan, desa, RT/ RW agar melarang warganya apabila ada yang melakukan kegiatan membakar sampah diseputaran tempat tinggalnya;
4.    Kepada instansi terkait, Agar melakukan pengawasan secara ketat dan pemantauan terhadap kegiatan perladangan, membuka lahan dan perkebunan dengan cara membakar, kegiatan berladang diareal kawasan hutan dengan cara pembakaran, dan apabila ada unsur kesengajaan atau lainnya agar dilakukan upaya penindakan secara tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;
5.    Apabila ternyata kondisi kabut asap semakin memburuk dan membahayakan masyarakat, agar  segera dinyatakan dalam  situasi tanggap darurat, siaga, dan pengerahan perkuatan instansi TNI/ Polri, Pemda, masyarakat, dunia usaha secara serentak terstruktur dan masif menyatakan darurat dan bersama-sama untuk  turun melakukan upaya pembasmian, pemadaman secara serentak;
6.    Menurunkan tim pada wilayah jajaran kabupaten di Provinsi Jambi untuk membantu Pemda setempat yang mana wilayahnya memiliki areal perladangan, perkebunan,  pembukaan lahan kebun di areal kawasan hutan untuk bersama-sama melakukan pencegahan, pembasmian  dan pemadaman kebakaran pada wilayah tersebut, selain itu melakukan sosialisasi himbauan bersama-sama dengan para kepala desa, lurah dan pejabat RT/RW pada wilayah  yang tempatnya kedapatan adanya kegiatan masyarakat terkait pembakaran;
7.    Diupayakan tidak hanya sekedar slogan dan himbauan, akan tetapi turun langsung untuk bersama-sama masyarakat  agar memerangi segala bentuk kegiatan pembakaran;
8.    Koordinasi dengan Pemprov Sumatera Selatan, Pemprov Lampung, dan pemprov lainnya untuk bersama-sama  mencari solusi dan tindakan nyata  terkait pembasmian dan pemadaman kebakaran agar asap kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.
Saya sangat setuju dengan anonim yang yang demikian :
“Jika anda bukan orang sembarangan, maka
Jangan buang dan membakar sampah rumah tangga sembarangan”
(Anonim)





PENCEMARAN UDARA (ASAP) DIPROVINSI JAMBI & SEKITARNYA







PENCEMARAN UDARA (ASAP) DIPROVINSI  JAMBI & SEKITARNYA

Oleh  (DADANG DJOKO KARYANTO, SH,SIP,MH)
Kabut asap dan pencemaran udara dikota Jambi.  Salah satunya adalah sebagai dampak akibat dari pembakaran lahan & sampah warga pemukiman. Situasi udara kota Jambi dan seputarannya   terlihat kurang sehat bagi masyarakatnya sebagai akibat dari adanya kabut asap yang muncul terhitung mulai hari Kamis tanggal 25  September s.d 11 Oktober 2014 bahkan di ramalkan akan tetap berlanjut sampai akhir bulan Oktober 2014 bahkan kecenderungannya lebih dari itu.
Mengutip dari Informasi Detikcom (Detail Article)pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2014 pukul 10.20 wib dengan judul “Penumpang Lion Air Marah Karena Gagal Terbang”, dengan sekilas informasinya  “Bahwa ratusan penumpang Lion Air jurusan Jambi jumat (10/10)  malam ricuh. Kericuhan  ini terjadi karena penumpang gagal terbang, namun tak ada sosialisasi dari pihak maskapai ....dst”. Merujuk dari pemberitaan diatas sudah sangat jelas bahwa ternyata kondisi udara di Provinsi Jambi sudah sangat berbahaya  untuk segala kegiatan transportasi terutama  penerbangan.
Tinjauan sisi kadar kesehatan udara. Angka dan kategori ISPU ( indeks standar pencemaran udara ) , berdasarkan  kriteria  1-50 kategori Baik, 51 -100 kategori sedang, 101 – 199 kategori tidak sehat, 200 – 299 kategori sangat tidak sehat, 300 atau lebih kategori berbahaya. Berdasarkan informasi dari instansi  BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) Kota Jambi,  bahwa angka ISPU di Kota Jambi  per 10 Oktober 2014 adalah 242, artinya kondisi saat  ini udara  tercemar dan tidak sehat, oleh karena itu himbauannya kepada masyarakat Jambi dan kabupaten/ kota lainnya agar wajib menggunakan masker pada saat bepergian menggunakan sepeda motor, dan berada di alam lingkungan terbuka.  
Beberapa hal yang dapat dijadikan sumbang saran kepada pemerintah, antara lain adalah sebagai berikut:
1.    Agar diinstruksikan kepada masyarakat sekiranya wajib menggunakan masker apabila bepergian keluar dari tempat tinggal huniannya;
2.    Menyampaikan edaran himbauan kepada instansi terkait, SKPD, untuk mengurangi kegiatan diluaran terutama  di alam terbuka;
3.    Penekanan kepada pemerintahan tingkat kelurahan, desa, RT/ RW agar melarang warganya apabila ada yang melakukan kegiatan membakar sampah diseputaran tempat tinggalnya;
4.    Kepada instansi terkait, Agar melakukan pengawasan secara ketat dan pemantauan terhadap kegiatan perladangan, membuka lahan dan perkebunan dengan cara membakar, kegiatan berladang diareal kawasan hutan dengan cara pembakaran, dan apabila ada unsur kesengajaan atau lainnya agar dilakukan upaya penindakan secara tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;
5.    Apabila ternyata kondisi kabut asap semakin memburuk dan membahayakan masyarakat, agar  segera dinyatakan dalam  situasi tanggap darurat, siaga, dan pengerahan perkuatan instansi TNI/ Polri, Pemda, masyarakat, dunia usaha secara serentak terstruktur dan masif menyatakan darurat dan bersama-sama untuk  turun melakukan upaya pembasmian, pemadaman secara serentak;
6.    Menurunkan tim pada wilayah jajaran kabupaten di Provinsi Jambi untuk membantu Pemda setempat yang mana wilayahnya memiliki areal perladangan, perkebunan,  pembukaan lahan kebun di areal kawasan hutan untuk bersama-sama melakukan pencegahan, pembasmian  dan pemadaman kebakaran pada wilayah tersebut, selain itu melakukan sosialisasi himbauan bersama-sama dengan para kepala desa, lurah dan pejabat RT/RW pada wilayah  yang tempatnya kedapatan adanya kegiatan masyarakat terkait pembakaran;
7.    Diupayakan tidak hanya sekedar slogan dan himbauan, akan tetapi turun langsung untuk bersama-sama masyarakat  agar memerangi segala bentuk kegiatan pembakaran.  
Saya sangat setuju dengan anonim yang yang demikian :
“Jika anda bukan orang sembarangan, maka
Jangan buang dan membakar sampah rumah tangga sembarangan”
(Anonim)





Minggu, 28 September 2014

LUNTURNYA KEPEKAAN SOSIAL



LUNTURNYA KEPEKAAN SOSIAL

Oleh  (AKBP DADANG DJOKO KARYANTO, SH,SIP,MH)
Lunturnya kepekaan sosial.   Seiring dengan perkembangan zaman, manusia telah  disibukkan dengan berbagai kegiatan, kebutuhan hidup, yang cenderung  tidak peka terhadap kehidupan dan interaksi sosialnya ,lunturnya kepekaan hati untuk bisa berbagi belas kasih terhadap orang-orang disekitarnya. Banyak  diantaranya  sepanjang hari hidupnya diisi dengan  dengan kesibukkan terkait kepentingan pribadi, asyik dengan dirinya sendiri, bahkan suatu ketika saya mengamati  kebiasaan baru yang tumbuh ditengah kehidupan masyarakat kita pada saat sekarang ini apabila sedang berkunjung  pada kegiatan kondangan/ pesta, bertemu dengan kawan, kunjung bertamu ke tetangga, kunjungan lebaran, ketika duduk bareng dengan keluarga pun di meja makan dapat kita jumpai mereka sedang asyik memainkan BBM, TWITTER, FACE BOOK, GAMES, dan menu menarik lainnya yang tersaji di HAND PHONE, ANDROIT, GATGADE, IPAD, TABLET, dan seterusnya. Oleh karena itu marilah kita semua  untuk mencoba untuk sadarkan diri , merubah perilaku kita, dan kembali kepada jati diri kulture budaya masyarakat kita yang sebenarnya lebih santun, memiliki kepedulian sosial dan memiliki budaya yang setia kawan, ramah terhadap tamunya (full smile)    .
Tumbuhkan ajakan kepada masyarakat dengan pesan, “Marilah kita semua berusaha untuk menumbuhkan  kepedulian dan kesetiakawanan terhadap lingkungan kehidupan sosial kita, berusaha untuk menyingkirkan kebiasaan sibuk dengan diri sendiri, tidak mau tahu urusan orang lain yang sebenarnya membutuhkan  aksi reaksi kita, ego sektoral, ajarkan kepada keluarga kita  untuk memiliki kepekaan sosial dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing”. Bersedia untuk membantu tetangga/kawan yang membutuhkan pertolongan dan uluran tangan kita.
Dari pernyataan itu semua diatas terkait ketidak pedulian sosial, berdampak terhadap kebiasaan ceroboh membuang sampah sembarangan, merokok bebas ketika berada di depan orang banyak tanpa mempedulikan apakah orang yang berada disekitarnya, lempar puntung rokok seenaknya, membuang sampah plastik makanan dipinggir jalan, para tetangga sedang bergotong royong yang bersangkutan lebih mengutamakan tidur dari pada bergaul, termasuk kebiasaan lainnya yang cenderung tidak peduli terhadap kebersihan Saya sangat setuju dengan anonim yang yang demikian :
“Jika anda bukan orang sembarangan, maka
Jangan buang sampah sembarangan”
(Anonim)

Sabtu, 27 September 2014

KEDEWASAAN BERFIKIR DAN BERBUAT


KEDEWASAAN BERFIKIR DAN BERBUAT

Oleh  (AKBP DADANG DJOKO KARYANTO, SH,SIP,MH)
Perumpamaan, satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, dan sebaliknya satu batang korek api  juga dapat membakar jutaan pohon. Oleh karena itu satu  pikiran  negatif  yang kita hasilkan dapat membakar  semua pikiran positif yang ada  di diri kita. Perumpamaan serupa  antara lain  korek api  mempunyai kepala,  akan tetapi tidak mempunyai otak,  oleh sebab itu  setiap kali ada gesekan  kecil, sang korek api  langsung terbakar. Kita selaku umat manusia pastilah memiliki kepala dan juga otak, kesimpulannya kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena  gesekan kecil seperti halnya sifat korek api. Salah satu contoh dalam siklus kehidupan yaitu ketika  burung hidup, burung tersebut akan selalu makan lalat, dan suatu ketika  burung tersebut mati, pastilah  lalat dan belatung telur lalat itu akan menyantap dan mengurai burung tersebut hingga tinggal tulang belulang. Zaman terus berputar  seiring dengan  rotasinya dan evolusinya bumi yang kita diami ini, dan siklus kehidupan terus berlanjut. Oleh karena itu  kita semua hendaknya jangan sekali-kali merendahkan  siapapun didalam kehidupan ini, bukan  karena siapa mereka dan masa lalunya, akan tetapi  kita harus mawas diri, siapakah diri kita ini.
Seumpama Kita mungkin bisa berkuasa, akan tetapi hanya waktulah yang lebih berkuasa dari pada kita semua termasuk seluruh kehidupan yang ada di alam nyata dimuka Bumi ini. Pada waktu kita sedang  berjaya, kita  merasa nyaman, banyak teman dan kawan yang keberadaannya disekeliling kita, dan pada saat kita sedang  pada kondisi sakit, terkena musibah bencana, terpuruk dalam kehidupan dan berkarir,  kita baru tahu  siapa  sebenarnya kawan sejati kita. Kita baru sadar bahwa ternyata   sehat jiwa raga, bernala positif, berani berbuat kebaikan ternyata   lebih penting dari pada harta benda.
Ketika  kita semua pada kondisi tua  renta, kita baru sadar bahwa  masih banyak yang  belum kita kerjakan, dan setelah diambang ajal tiba, kita  baru menyadari dan tahu bahwa ternyata  begitu banyak  waktu yang kita jalani terbuang sia-sia. Kepada para sahabat ketahuilah bahwa hidup itu tidaklah lama,  sudah saatnya kita  bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERARTI dan BERHARGA , SALING MENGHARGAI, SALING MEMBANTU,  SALING MEMBERI,  DAN JUGA SALING MENDUKUNG.
Jadikanlah teman perjalanan hidup kita  yang tanpa pamrih,  syarat namun berarti serta  bernilai. BELIEVE IN “ CAUSE AND EFFECT” , apa-apa yang kita tabur, itulah  yang akan kita tuai......!!!!  Sekarang kita hanya punya 2 (dua) pilihan:
1(pertama)  Biarkan statement atau tulisan saya ini   tetap  berada  pada posisinya hanya sekedar sebuah tulisan yang tidak bermakna dan tidak memiliki pengaruh apa-apa,  atau  sama-sama kita berusaha  untuk  berani bergerak, melangkah untuk berbuat lebih baik sekalipun kecil arti maknanya namun  sudah ada upaya, sesuatu yang besar dan luar biasa  bermula dari sesuatu yang kecil dan tidak berarti.
2(kedua) Berani untuk  mengajak  dan memberikan sesuatu yang  inspiratif kepada sesama, para sahabat, sanak keluarga demi kemaslahatan bersama, sehingga hidup kita ini menjadi lebih berarti, selain itu  juga yang  lebih membanggakan adalah menjadikan kehidupan sosial NKRI BERMARTABAT untuk menjadi INDONESIA  YANG MADANI dan BERJAYA ....amin.

Minggu, 21 September 2014

SUNNAH RAWATIB



SUNNAH RAWATIB

Bimbingan IMTAQ (Iman dan Taqwa):
Shalat Sunnah Rawatib sehari semalam  dilakukan apabila kita bersedia menjalaninya  maka jumlahnya adalah 12 (dua belas ) Raka’at .
Shalat Sunnah Rawatib sehari semalam  apabila kita rinci dan kita jalani  2 (dua) raka’at  sebelum Shalat Subuh, 4 (empat) raka’at sebelum Shalat Dzuhur, 2(dua) raka’at setelah shalat Dzuhur, 2 (dua) raka’at setelah Shalat Maghrib, dan 2 (dua) raka’at  setelah Shalat Isya; sebagaimana yang dijelaskan dalam (HR At Tirmidzi).
“Barang siapa yang  melaksanakan Shalat (Rawatib) sehari semalam 12 (dua belas) raka’at, maka Allah SWT akan  membangunkan untuknya sebuah RUMAH DI SURGA” (HR Muslim, An nasai, Abu dawud, Ibnu majah dari Ummu Habibah)

Oleh  (AKBP DADANG DJOKO KARYANTO, SH,SIP,MH)


Rabu, 03 September 2014

KABUPATEN KERINCI DAN KOTA SUNGAI PENUH











KABUPATEN KERINCI DAN KOTA SUNGAI PENUH

Kabupaten Kerinci adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi,Indonesia. Kerinci ditetapkan sebagai Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh. Pada tahun 2011, pusat pemerintahan berpindah ke Siulak. Kabupaten Kerinci memiliki luas 3.355,27 km² terdiri atas 12 kecamatan.
Menurut Tambo Minangkabau, Tanah Kerinci merupakan bagian dari rantau Minangkabau.   Dalam tambo tersebut dikatakan bahwa rantau pesisir Alam Minangkabau meliputi wilayah-wilayah sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah, mulai dari Sikilang Air Bangis, Tiku, Pariaman, Padang, Bandar Sepuluh, Air Haji, Inderapura, Muko-muko, dan Kerinci.
Pada abad ke-14 hingga ke-18, Kerinci merupakan bagian dari Kerajaan Inderapura, yang berpusat di Inderapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Setelah runtuhnya Kerajaan Inderapura, Kerinci merupakan kawasan yang memiliki kekuasaan politik tersendiri.
Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, Kerinci masuk ke dalam Karesidenan Jambi (1904-1921), kemudian berganti di bawah Karesidenan Sumatra's Westkust (1921-1942). Pada masa itu, Kerinci dijadikan wilayah setingkat onderafdeeling yang dinamakan Onderafdeeling Kerinci-Indrapura. Setelah kemerdekaan, status administratifnya dijadikan luhak dan dinamakan Luhak Kerinci-Indrapura. Sedangkan Kerinci sendiri, diberi status daerah administratif setingkat kewedanaan.
Pada tahun 1957, Provinsi Sumatera Tengah dipecah menjadi 3 provinsi:
1.     Sumatera Barat, meliputi daerah darek Minangkabau dan Rantau Pesisir
2.     Riau, meliputi wilayah Kesultanan Siak, Pelalawan, Rokan, Indragiri, Riau-Lingga, ditambah Rantau Hilir Minangkabau : Kampar dan Kuantan.
3.     Jambi, meliputi bekas wilayah Kesultanan Jambi ditambah Rantau Pesisir Minangkabau : Kerinci.
Pemekaran
Kabupaten Kerinci terdiri dari 16 Kecamatan, yang terdiri dari : 1. Gunung Tujuh 2. Kayu Aro 3. Kayu Aro barat 4. Gunung Kerinci 5. Siulak 6. Siulak Mukai 7. Air Hangat 8. Air Hangat Barat 9. Depati VII 10. Air Hangat Timur 11. Sitinjau Laut 12. Danau Kerinci 13. Keliling Danau 14. Gunung Raya 15. Bukit Kerman 16. Batang Merangin
4.     Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008, beberapa bekas kecamatan di Kabupaten Kerinci ditetapkan untuk menjadi bagian dari Kota Sungaipenuh.
Kota Sungai Penuh  terdiri dari beberapa kecamatan-kecamatan yang dimaksud itu adalah sebagai berikut:

Geografi

Kerinci berada di ujung barat Provinsi Jambi dengan batas wilayah sebagai berikut:

Demografi

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, populasi Kabupaten Kerinci berjumlah 229.495 jiwa.  Masyarakat yang mendiami kawasan ini adalah Suku Kerinci. Dan bahasa pengantar yang dipergunakan adalah Bahasa Kerinci.

Budaya

Seperti masyarakat Minangkabau lainnya, orang Kerinci juga menganut sistem adat matrilineal. Rumah suku Kerinci disebut "Larik", yang terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung.
Suku Kerinci juga memiliki tarian tradisional yang bernama Rantak Kudo. Rantak Kudo adalah tarian yang biasa ditampilkan pada acara-acara bersifat adat atau pada acara khusus yang bersifat sakral.

Oleh  (AKBP DADANG DJOKO KARYANTO, SH,SIP,MH)


Senin, 18 Agustus 2014

HUT KEMERDEKAAN RI KE 69 TH. 2014 DI PROVINSI JAMBI




HUT KEMERDEKAAN RI  KE 69 TH. 2014 DI PROVINSI JAMBI

DOA HUT KEMERDEKAAN RI  KE 69 TH. 2014 DI PROVINSI JAMBI

Oleh  AKBP DADANG DJOKO KARYANTO, SH, SIP, MH.

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah momen yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pada tahun tersebut bangsa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan. Dimana bangsa Indonesia hidup dalam suasana penjajahan selama 350 tahun. Oleh karena itu pada tahun 2014 ini bangsa Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan ke-69. 

Ungkapan kegembiraan sekaligus untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme diselenggarakan berbagai macam kegiatan, misalnya mengibarkan bendera merah putih, menghias gedung-gedung dengan nuansa merah putih, perlombaan, kegiatan sosial, ziarah makam pahlawan dan sebagainya. Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tingkat RT sampai tingkat nasional, di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi serta di semua lembaga pemerintah maupun swasta. 

Puncak acara HUT Kemerdekaan adalah upacara bendera untuk mengenang detik-detik proklamasi. Upacara bendera ditutup dengan pembacaan do’a, adapun teks kami sampaikan berikut.
الحمد لله رب العالمين حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيدة يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sesungguhnya kami telah yakin dengan sepenuh hati bahwa Engkau senantiasa melimpahkan kasih-sayang-Mu kepada hamba-Mu. Karena itu kami dapat mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69. Karena sembah sujud kami haturkan kehadirat-Mu.
Ya Allah Tuhan yang Maha Kuasa, Engkau telah menganugerahkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Kemerdekaan dari para penjajah, karena itu ya Allah kuatkanlah semangat nasionalisme dan patriotisme kepada seluruh waraga Negara Indonesia. Satukanlah Bangsa Indonesia dengan semangat Bhineka Tungal Eka, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ya Allah Tuhan yang Maha Kuasa
Wariskanlah semangat patriotisme dari para pahlawan kusuma bangsa dan dari para pendahulu kami, yang telah dengan ikhlas, dan tekad yang kuat rela mengorbankan harta, jiwa dan raga mereka.  Cucuran keringat, tetesan darah demi untuk meraih kemerdekaan.
Kini Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sedang membangun, kuatkanlah ya Allah idiologi bangsa kami, agar seluruh arah pembangunan berlandaskan pada etika dan moralitas, sehingga pembangunan dapat mewujudkan masyarakat adil makmur, materiil spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

Bersihkanlah ya Allah, hati dan fikiran kami dari perilaku buruk, yang akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Jauhkanlah perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, berdikari, bermartabat dan sejajar dengan negara-negara yang telah maju.
Ya Allah berikanlah petunjuk pada para pemimpin kami, didalam mengawal dan mengarahkan pembangunan nasional menuju pada tatanan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, materiil dan spirituil dalam keridaan-Mu. Karena itu ya Allah hanya kepada-Mu kami berlindung dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
Ya Allah ya Ghaffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, dosa para pemimpin kami, muliakanlah ya Allah kedatangan mereka disisi-Mu, amin.
ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار, وادخلنا الجنة مع الابرار يا عزيز يا غفار يا رب العالمين وصل الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمدلله رب العالمين