Sabtu, 21 Juni 2014

RENCANA KONTIJENSI MENGHADAPI BENCANA ALAM DI WILAYAH PERAIRAN POLDA JAMBI


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
               D A E R A H   J A M B I
     DIREKTORAT KEPOLISIAN PERAIRAN
  

 RENCANA KONTIJENSI
MENGHADAPI BENCANA ALAM
DI WILAYAH PERAIRAN POLDA JAMBI

NO. POL. : R /KONTINJENSI /    / I /2010


































JAMBI,        JANUARI 2010


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
               D A E R A H   J A M B I
     DIREKTORAT KEPOLISIAN PERAIRAN




RENCANA KONTIJENSI
MENGHADAPI BENCANA ALAM
DI WILAYAH PERAIRAN POLDA JAMBI




BAB 1
PENDAHULUAN


1.     U m u m

a.           Bencana alam adalah konsekwensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka.Faktor lingkungan hidup dan alam menjadi faktor penyebab dari terjadinya bencana salah satunya adalah Resiko Erosi (Penenggelaman) dipantai, Gempa Bumi, Tanah longsor, Gelombang Tsunami, Angin puting beliung dan letusan gunung berapi.

b.           Propinsi Jambi merupakan daerah yang rawan terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor hampir di seluruh kabupaten/kota, namun yang kerap terjadi banjir di Daerah Aliran Sungai Batanghari meliputi kota Jambi dan Kab. Muara Jambi sedangkan tanah longsor banyak terjadi di Kab. Kerinci, Merangin dan Sarolangun. Polri sebagai salah satu ujung tombak dalam membantu korban bencana alam diharapkan dapat berperan secara aktif dalam penanggulangan bencana alam.

c.           Akibat dari bencana alam akan menimbulkan banyak kerugian baik harta benda maupun jiwa. Sehingga masyarakat yang mengalaminya akan berbuat untuk mempertahankan hidup dengan berbagai cara. Maka ancaman nyata yang berikutnya terjadi adalah situasi kamtibmas yang tidak kondusif.

d.           Guna membantu bencana alam agar tidak terjadi gangguan kamtibmas yang semakin meluas maka seiring visi Polri kedepan adalah mewujudkan percepatan akselerasi Polri yang mandiri, profesional dan dipercaya masyarakat yang mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama – sama dengan masyarakat serta sebagai aparat penegak hukum yang profesional dan proporsional, menjunjung tinggi supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokrasi dan masyarakat sejahtera.


2.     Maksud dan Tujuan

a.      Maksud dibuat rencana kontinjensi menghadapi bencana adalah untuk memberikan gambaran trend perkembangan ancaman Kamtibmas yang diperkirakan timbul dari bencana alam tersebut yang meliputi ambang gangguan, potensi gangguan dan gangguan nyata dengan mengacu kepada bencana yang pernah terjadi atau sedang berlangsung serta perkembangan lingkungan strategis dan kecenderungannya.

b.      Tujuannya sebagai gambaran untuk Pimpinan Polda Jambi dalam menentukan kebijaksanaan di bidang kamtibmas dalam rangka menghadapi bencana alam.

3.     Landasan


b.           Surat Telegram Kapolda Jambi No. Pol : TR / 10 / I / 2009 tanggal 8 Januari 2009 tentang rencana menghadapi dan menanggulangi perkembangan situasi Kamtibmas yang berimplikasi terjadinya kontijensi tahun 2009.

c.            Rencana Kerja Dit Pol Air Polda Jambi tahun 2010.



4.      Ruang Lingkup dan Tata Urut
           
Konsep Rencana Kontijensi ini meliputi Prosedur tetap tentang rencana menghadapi dan menanggulangi perkembangan situasi Kamtibmas yang berimplikasi terjadinya kontijensi akibat dampak bencana alam di Propinsi Jambi dengan tata urut sebagai berikut :

a)           BAB I        Pendahuluan

b)           BAB II       Analisa Ancaman Kontijensi 

c)           BAB III      Pra Anggapan dan faktor-faktor yang
                                    mempengaruhi

d)          BAB IV       Tugas Pokok

e)          BAB V        Rencana Pelibatan Kuat dan Pun

f)            BAB VI       Arahan dan Koordinasi

g)          BAB VII      Administrasi

h)          BAB VIII    Komando dan Pengendalian

i)            BAB IX       Pernyataan Resiko

j)            BAB X        Penutup


















BAB II
ANALISA ACAMAN KONTINJENSI


1.     Idiologi     

a.     Pada umumnya masyarakat Propinsi Jambi menerima Pancasila sebagai Dasar dan falsafah hidup bangsa indonesia serta sebagai satu satunya dasar atau azas bagi organisasi Politik.

b.     Idiologi komunis tetap menjadi bahaya latent.

2.     Politik

a.     Situasi Politik di wilayah hukum Polda Jambi umumnya kondusif namun demikian masih adanya perselisihan pada partai politik dan atas kebijaksanaan Pemerintah Daerah.

b.     Adanya konflik internal di tubuh partai namun hal tersebut tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas. Munculnya beberapa tokoh Nasional yang menjadi Cagub 2010 dengan berbagai statemen dan kegiatan politiknya sangat mempengaruhi situasi / kondisi politik serta kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

3.     Ekonomi

a.     Situasi perekonomian di propinsi Jambi masih dipengaruhi oleh krisis ekonomi global, walaupun harga sembako di pasaran ada kenaikan namun daya beli masyarakat masih terjangkau dan kebutuhan bahan pokok masih terpenuhi serta tidak ada kelangkaan dipasar.

b.           Dampak krisis ekonomi global yang dirasakan di Propinsi Jambi adalah menurunnya komoditas ekspor unggulan seperti CPO, karet dan pulp yang tentunya mempengaruhi kinerja dunia usaha yang imbasnya terhadap penyediaan lapangan pekerjaan.

c.           Akibat bencana alam yang pernah terjadi di Propinsi Jambi berupa angin puting beliung, banjir dan tanah longsor mempengaruhi roda perekonomian terhambat.





4.     Sosial Budaya

a.     Kurangnya rasa solidaritas diantara masyarakat sering terjadi karena mereka terdiri dari berbagai suku dan agama, sehingga dalam membantu korban bencana mereka masih berpikir kesukuan.

b.     Kurang membaurnya WNI Keturunan China di Propinsi Jambi dengan masyarakat pribumi sehingga sering terjadi kesalahpahaman dan kecemburuan sosial.

c.     Pasca bencana masyarakat banyak mengalami trauma, kehilangan harta benda maupun jiwa, tempat tinggal dan pekerjaan sehingga intensitas pengangguran meningkat.

5.     Keamanan

a.           Secara umum data bencana alam selama kurun waktu 3 tahun terakhir ini telah terjadi beberapa bencana alam diantaranya banjir di kota Jambi, Kab. Muara Jambi, Kab. Tanjabtim, Kab. Tanjabbar, Kab. Sarolangun. Sedang tanah longsor terjadi di Kab. Kerinci. Wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir karena terletak di sepanjang Daerah Aliran Sungai Batanghari dan di daerah yang struktur tanahnya rendah dan berawa.

b.           Angin Puting beliung berpotensi terjadi di sekitar pantai timur perairan Jambi.
Isi pesan ini telah dipenggal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar