Rabu, 14 Mei 2014

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MASYARAKAT SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN INDONESIA


PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MASYARAKAT
SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN INDONESIA

PENDAHULUAN
Pembangunan sepertinya sebagai suatu fenomena yang tidak habis-habisnya dibahas dalam kerangka kajian keberlangsungan hidup manusia. Fenomena ini melekat sebagai salah satu ciri kehidupan manusia yang kerap mengalami perubahan menurut berbagai dimensi yang ada.
Konsep pembangunan biasanya melekat dalam konteks kajian suatu perubahan, pembangunan disini diartikan sebagaiu bentuk perubahan yang sifatnya direncanakan; setiap orang atau kelompok orang tentu akan mengharapkan perubahan yang mempunyai bentuk lebih baik bahkan sempurna dari keadaan yang sebelumnya; untuk mewujudkan harapan ini tentu harus memerlukan suatu perencanaan. Selo Soemardjan (1974) menyatakan bahwa perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh fihak-fihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat (Soemardjan-Soemardi, 1974: 490).
Masyarakat Indonesia, kalau bisa dikatakan demikian, tidak terlepas dari fenomena pembangunan ini. Keaneka-ragaman, etnik, ras, kelompok, dan agama dengan bentuk dan tingkat kehidupan yang berbeda dalam masyarakat ini secara langsung maupun tidak langsung mendorong timbulnya perubahan dalam masyarakat sendiri atau menurut orientasinya ke luar masyarakat.
Dalam perkembangan lebih lanjut, suatu proses pembangunan dapat dijadikan sebagai suatu ukuran untuk menilai sejauh mana nilai-nilai dasar masyarakat yang terlibat dalam proses ini bisa memenuhi seperangkat kebutuhan hidup dan mengatasi berbagai masalah dari dinamika masyarakatnya. Terpaan dari faktor-faktor ekonomi yang menimbulkan krisis ekonomi pada tahun 1998 yang kemudian mengguncang sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan, seolah-olah memberikan gambaran yang jelas bahwa selama ini belum ada konsep atau bentuk pembangunan yang jelas dalam masyarakat ini; gambaran ini menunjukkan bahwa sedemikian rapuhnya nilai-nilai dasar tentang konsep pembangunan masyarakatnya. Pada dasarnya, permasalahan ke depan yang harus menjadi perhatian bangsa Indonesia adalah modal manusia (human capital) sebagai pondasi dasar dalam memperkuat pembangunan, baik secara ekonomi maupun secara sosial.


Human Capital Theory
Teori Human Capital berkaitan dengan kemampuan, pengetahuan maupun karakteristik yang dimiliki manusia (sebagai pekerja) yang berkontribusi bagi produktivitas mereka. Sumber-sumber human capital dalam teori ini adalah 1) bakat atau kemampuan bawaan individu, 2) pendidikan, 3) kualitas pendidikan, 4) kemampuan yang didapatkan dari berlatih, 5) Pengaruh pasar kerja. Dari teori ini, pendidikan menjadi tema utama dalam menciptakan human capital untuk mendukung pembangunan.

PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA
            Berdasarkan data United Nations Development Program (UNDP) 2011, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di urutan 124 dari 187 negara yang disurvei dengan indeks 0,67 persen. Sedangkan Singapura dan Malaysia mempunyai indeks yang jauh lebih tinggi yaitu 0,83 persen dan 0,86 persen.  Indeks tingkat pendidikan tinggi Indonesia juga dinilai masih rendah yaitu 14,6 persen, berbeda dengan Singapura dan Malaysia yang sudah mempunyai indeks tingkat pendidikan yang lebih baik yaitu 28 persen dan 33 persen.
Masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, akan melemahkan daya saing Indonesia dalam menghadapi pasar terbuka dan globalisasi. Oleh sebab itu, kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia, dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan melakukan terobosan terbaru dalam sektor pendidikan.
Kualitas SDM di Indonesia pada dasarnya sudah cukup bagus. Tinggal bagaimana cara pemerintah dan Perguruan Tinggi mengasah SDM tersebut menjadi SDM yang hebat. Jika kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi sudah kuat, maka Indonesia akan mencetak SDM terbaik setiap tahunnya.
Saat ini pemerintah Indonesia mempunyai program wajib belajar sembilan tahun. Program tersebut akan terus dipertahankan karena setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas kurikulum pendidikan, baik itu di sekolah sekolah maupun perguruan tinggi. Tak hanya itu, lanjut dia, kurikulum yang digunakan haruslah bersifat world update dimana kurikulum tersebut harus mengikuti perkembangan dunia. Lebih dari itu, dosen, guru dan tenaga pengajar juga menjadi prioritas pemerintah untuk ditingkatkan kualitasnya. Jika kualitas dosen dan guru baik, maka akan mempengaruhi kualitas anak didiknya.



PENUTUP
            Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan pembangunan berkaitan erat. Oleh sebab itu, untuk menjamin keberlanjutan pembangunan Indonesia, maka seluruh pemangku kepentingan di Indonesia harus menerapkan atau mendorong peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, pembangunan Indonesia dapat mencapai hasil maksimal dimana masyarakat memiliki produktivitas yang tinggi sebagai pondasi dasar pembangunan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar